Sabtu, 27 Juli 2013

Uji Penyakit Kanker Prostat Lewat Jari Telunjuk



Penelitian yang dilakukan di Ingrris, tepatnya di Universitas Warwick (UW), Coventry dengan melibatkan 1500 pasien kanker prostat dan 3000 pria sehat selama 15 tahun dari 1994-2009. Ternyata, pasien yang terkena penyakit kanker prostas, rata-rata memiliki jari telunjuk yang lebih pendek dari jari manis.
Dari dua penelitian yang telah dilakukan, didapatkan sebuah kesimpulan dimana, pria yang memiliki jari telunjuk lebih panjang daripada jari manis, memiliki 33% kemungkinan berisiko terkena kanker prostat. Sedangkan pada pria yang memiliki jari telunjuk lebih pendek dari jari manis, kemungkinan untuk menderita penyakit kanker prostat jauh lebih tinggi lagi.

Faktor Hormonal Semasa Dalam Kandungan Mempengaruhi Risiko Penyakit Kanker Prostat

Pada dasarnya, ukuran jari manusia, sudah terbentuk sejak bayi dalam kandungan. Ada beberapa factor yang akan mempengaruhi ukuran jari ini, salah satunya hormon. Hormon ini akan mempengaruhi kerja dua buah gen, yaitu HOXA dan HOXD, yang berperan dalam mengendalikan panjang jari dan dalam mengendalikan fungsi seks seseorang.
Kadar hormon testoteron yang rendah, biasanya akan menghasilkan jari telunjuk yang lebih panjang dibanding jari manis. Kondisi ini menyebabkan penurunan kemungkinan untuk terkena kanker. Dari kesimpulan ini, Prof. Kenneth Muir dari Sekolah Kedokteran Warwick mengatakan bahwa kadar hormon yang mempengaruhi bayi semasa dalam kandungan, akan memiliki pengaruh jangka panjang untuk beberapa puluh tahun kemudian setelah bayi dilahirkan.

Hormon Testoteron Mempengaruhi Risiko Penyakit Kanker Prostat

Dengan munculnya penelitian tersebut, beberapa orang menyebutkan hal ini adalah langkah yang cukup bagus bagi wanita, untuk memilih pria. Dengan melihat jari telunjuknya, makan seseorang bisa mengetahui apakah si pria memiliki kemungkinan untuk menderita penyakit kanker prostat. Skrining sederhana ini bisa dijadikan salah satu bantuan untuk memprediksi, disamping juga menggunakan skrining keturunah dan genetik.
Salah satu penelitian yang dilakukan oleh John Hopkins School of Medicine and U.S. National Institute of Aging pada tahun 2004, menunjukkan bahwa, testoteron dapat memicu perkembangan kanker prostat. Eeles dan Muir membuktikan bahwa, pria dengan kadar testoteron yang tinggi dalam darah, memiliki risiko terkena kanker prostat yang lebih besar.
Apabila saat ini Anda tengah melihat keadaan jari telunjuk Anda, dan merasa bahwa jari telunjuk Anda lebih pendek dari jari manis Anda, sebaiknya jangan langsung berprasangka negatif. Walau bagaimanapun, cara ini hanyalah salah satu cara, dan hasilnya tidak boleh dianggap absolut.
Di samping itu, terlepas dari uji jari telunjuk, yang sebaiknya dilakukan pria untuk menjaga dirinya agar terhindar dari penyakit kanker prostat sangat banyak sekali. Salah satunya adalah senantiasa melakukan pemeriksaan ruti, terutama saat usia mendekati 40 tahun. Dengan begita, ketika ada dugaan gejala penyakit kanker prostat, hal itu bisa diatasi sedini mungkin.

Ingin Suntik Vitamin C? Pikirkan Dahulu Hal Berikut Ini


Menjadi cantik itu mahal, hal ini yang selalu dikatakan banyak orang, yang selalu melakukan banyak cara untuk menjadi cantik. Banyak cara untuk mencapai kata cantik bagi wanita, seperti sedot lemak, botok, operasi pelastik, dll. Salah satu cara yang saat ini sangat populer adalah suntik vitamin C.
Indonesia memang sangat membebaskan mekanisme cantik melalui suntik vitamin C ini. Tidak hanya boleh dilakukan di rumah sakit atau klinik kecantikan, bahka suntik vitamin C juga banyak dilakukan di salon-salon kecantikan, yang dilakukan bukan oleh ahlinya. Hal ini menjaddi sangat laris terutama karena, efek pemutihan pada kulit yang muncul setelah dilakukan penyuntikka, memuaskan para pelanggan. Belum lagi karena efek energi atau stamina plus yang terjadi.

Vitamin C Cukup Didapat Dari Sayuran dan Buah

Jika Anda tidak benar-benar membutuhkan vitamin C megadosis, maka lebih baik Anda tidak perlu melakukan suntik vitamin C. Karena, hal ini justru memperberat kerja dari ginjal saja. Berdasarkan data FDA, manusia cukup mengkonsumsi 45-90 mg vitamin C setiap hari, dan ini bisa diperoleh dari buah dan sayuran. Sedangkan, dosis yang tercantum dalam suntikan vitamin C bisa mencapai 500 mg-4000 mg.
Apakah dalam sekali suntikan, efek pemutihan pada kulit akan sempurna? Tidak, Anda bahkan harus melakukan suntik vitamin C sebanyak 5-6 kali. Hal ini ternyu berisiko pada ginjal Anda. Negara-negara maju, sangat tidak merekomendasikan melakukan suntik vitamin C, terkecuali untuk kebutuhan yang diperlukan, seperti defisiensi vitamin C kronis. Beberapa rumah sakit menggunakannya untuk membantu pasien kanker.
Anda hanya perlu mengkonsumsi buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan vitamin C anda dalam sehari, sedang untuk kulit, Anda bisa menggunakan kosmetik yang sudah teregritasi dan melakukan perawatan kulit seperti biasanya.

Jika Anda Tetap Memilih Suntik Vitamin C

Walaupun sangat tidak dianjurkan, namun jika Anda tetap memilih melakukan sunti vitamin C, ada baiknya Anda cermat dan mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan, sebelum membeli suntikan vitamin C.
Memastikan bahwa Anda tidak punya masalah dengan penyakit maag, sangat penting untuk dilakukan. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakan ginjal Anda dalam keadaan yang baik.
Memilih orang yang akan membantu Anda menyuntikan vitamin C ke pembuluh darah Anda juga sangat diperlukan. Sebaiknya Anda melakukannya di dokter kulit, yang sudah sering melakukannya. Hindari melakukan suntik vitamin C di salon-salon kecantikan. Karena, jika terjadi apa-apa dengan Anda, maka Anda sulit untuk membela diri.
Beberapa orang sering merasakan kembung atau juga diare setelah penyuntikan, jika hal ini membuat Anda terganggu ada baiknya Anda menghubungi ahli kesehatan. Hal ini juga termasuk, jika dikemudian hari Anda mengalami gangguan seperti batu ginjal, mungkin suntik vitamin C harus dihentikan.
Anda perlu banyak minum setelah penyuntikan, agar meminimalisir eek terjadinya batu ginjal di kemudian hari. Jika Anda bisa menghindari suntik vitamin C, maka sebaiknya Anda menghindarinya dari sekarang, sebelum Anda merasakan bahwa hal ini sebuah kebutuhan.